MENJAGA KEBERSAMAAN


Tanpa disadari kehidupan yang kita jalani saat ini, bukan hanya kita sendiri, ada sekian banyak orang disekitar kita. Ada saudara dekat kita, ada sepupu kita ada teman yang baru kita kenal maupun teman yang baru kita kenal. Ada orang yang tua, ada anak-anak yang kecil, ada tetangga-tetangga disekitar; Semua itu ada disekitar kita dan bersama-sama dengan kita melalui masa ini.

Jika kita cerna semua ini dalam hal pergaulan maka kita akan menjalani semua itu dengan sangat luarbiasa, kita akan mencintai kehidupan yang Tuhan berikan ini, keaneka ragaman kehidupan sosial disekitar kita. Kita tak akan merasa sendiri bila tak ada orang disekitar kita yang bisa kita ajak untuk berbagi cerita. Entah cerita tentang hal-hal yang sepele ataupun hal-hal yang menyangkut sesuatu dan kita butuh pendapat dari orang disekitar kita.

Ikatan emosional kesukuan yang nyata membuat semua perbedaan seakan menjadi nyata. Kita yang berasal dari suku tertentu akan cenderung bergaul dengan sukunya saja, tanpa peduli dengan suku lain. Kita hanya melihat suku ini atau suku itu dari sudut pengamatan kita, tanpa kita lihat dari sudut pengamatan suku yang bersangkutan, kurangnya inisiatif dari kita masing-masing, untuk mencoba membuka diri dan bergaul dengan orang-orang disekitar kita. Berusaha untuk memahami tata cara kehidupan mereka, dan dengan begitu kita dapat mengetahui hal-hal mana yang baik yang dapat kita jalani bersama mereka.

Langkah apakah yang harus kita ambil sebagai penghuni bumi untuk saat ini, bagaimana kita memandang dan menjaga kebersamaan biarlah terbina dan terjaga dengan baik tanpa ada rasa iri yang membuat kita semakin terpuruk. Kita kembali ke inisiatif kita masing-masing untuk saling menjaga harmonisasi kehidupan disekitar kita, bila ada hal yang menyangkut kita cobalah untuk duduk dengan bijak dan membahas untuk mencari solusi dan jalan keluar dari permasalahan yang terjadi. Dengan demikian kita dapat menjaga kebersamaan itu.....

Catatan Kehidupan Oleh : Phaul Heger

No comments:

Post a Comment

Kalo ko tra puas, kas masuk ko komentar

MENU