RESOLUSI 2010***

Oleh: Habelino Alonzo Sera Maniagasi Sawaki

Dari sudut pandang 9 warna, tahun 2010 adalah tahun berwarna ungu. Warna Ungu dari sudut pandang 9 warna adalah warna yang berpusat di hati.
Tahun ungu pada 2010 nanti merupakan gabungan (akumulasi) warna coklat + hitam. kata kunci warna hitam adalah konsistensi. Kata kunci dari warna coklat adalah pelayanan.
Tahun Ungu adalah tahun perjuangan. Banyak orang akan tampil sebagai pejuang yang gigih. Apa yang diinginkan hari ini akan menjadi kenyataan esok hari. Tahun dimana banyak orang disibukan dengan berbagai macam proyek. Selalu ingin meraih lebih banyak.
Tahun 2010 adalah tahun kreatif dan tidak pernah kehabisan akal. Banyak orang punya segudang prestasi. Tahun dimana tidak pernah kehabisan topik untuk dibicarakan. Tahun 2010 adalah tahun perdebatan. Banyak orang akan terjebak dalam perdebatan yang bisa sangat menguras energi. Banyak orang berdebat demi debat itu sendiri tak perlu apapun materinya.
Tahun yang luwes dan lentur, tahun yang bisa menerima banyak gagasan yang berbeda-beda. Banyak orang akan mendapatkan apa yang diinginkan maka setiap kata yang diucapkan dan setiap hal yang dilakukan akan selalu konsisten dalam rangka mencapai apa yang ingin dikejar.
Tahun dimana banyak orang senang bekerja dalam tim dan akan melaksanakan semua saran dan nasihat untuk meningkatkan kinerja.
Banyak orang tahu kapan saatnya untuk bertindak dan meraih kesempatan. Tahun tawar-menawar politik. Tahun inovatif, dimana banyak orang selalu berusaha mengikuti perkembangan zaman dan gemar mengambil alih teknologi asing. Tahun yang senang memperkenalkan ide-ide baru dengan penuh antusiasme sehingga menghasilkan buah yang unik.
Tahun 2010 merupakan tahun prestasi dan kompetitif. Banyak orang akan berusaha keras maju serta menjadi yang terbaik dalam segala bidang.
Jangan sekali-kali mengatakan tidak kepada tahun 2010 sebab tahun ungu tidak pernah bisa menerima jawaban tidak. Jawaban tidak akan dipandang sebagai tantangan dan akan diubah menjadi ya.
Perlu diingat bahwa pada tahun 2010 kita dituntut lebih untuk bersikap optimistik dan positif. Segala sesuatu harus dipandang sebagai tantangan. Kita akan berhasil bila mau mengerahkan segenap diri sungguh-sungguh.
Tahun dimana banyak orang cukup ego dan keras kepala. Ego pada dasarnya baik. Ego adalah rahmat atau anugrah Tuhan pada manusia sebagai makhluk pribadi. Ini harus menjadi kesadaran kita bersama. Ego merupakan produk hati.
Masalahnya kemudian apakah ego kita berada dalam batas yang wajar atau tidak. Jika ego kita berada dalam batas yang berlebihan akan. Menampilkan kita sebagai pribadi yang sangat individualistik dan tak memperdulikan orang lain.
Jika ego kita sangat rendah, maka kita menjadi rendah diri. Kita menjadi pribadi yang tidak percaya diri, mudah putus asa dan lain-lain. Jika ego kita berada dalam batas yang wajar maka kualitas pelayanan terhadap sesama akan berimbang dengan kualitas pelayanan terhadap diri pribadi.
Tantangan tahun 2010: Kita ditantang untuk konsisten menjalankan pelayanan terhadap sesama. Karena pengaruh hati yang dominan pada tahun ini maka penting kiranya untuk memobilisasikan kepala kita, sehingga kita tidak jatuh dalam lubang subyektifitas. Perlu kiranya disadari bahwa kalau sekedar melayani orang yang dikenal atau memiliki hubungan dekat dengan kita, maka orang jahat pun dapat melakukannya.
Bagaimana supaya kita mampu melewati tantangan tahun 2010? Kita perlu terlebih dahulu memahami apa arti kepelayanan. Jika anda merenungkan kepelayanan, apakah anda membayangkannya sebagai kegiatan yang dilakukan oleh orang yang berpangkat rendahan yang relatif tidak terampil? Jika ya, Anda keliru. Kepelayanan bukanlah soal posisi atau keterampilan. Melainkan soal sikap.
Kita dapat merasakan jika seorang pekerja tidak mau membantu, kita juga mudah mendeteksi apakah seorang pemimpin itu memiliki hati yang melayani. Dan sebenarnya para pemimpin terbaik ingin melayani orang lain, bukan diri sendiri.
Apa artinya memiliki kualitas pelayanan? Seorang pemimpin yang melayani:
Mendahulukan Orang Lain Ketimbang Agendanya Sendiri
Tanda pelayanan yang pertama adalah kemampuan untuk mendahulukan orang lain ketimbang diri sendiri serta kepentingan pribadi. Kepelayanan adalah lebih dari sekedar rela menunda agenda sendiri. Kepelayanan artinya sengaja mencari tahu akan kebutuhan orang lain, sengaja menawarkan diri untuk membantu, dan dapat menerima bahwa keinginan-keinginan mereka itupun penting.
Memiliki Keyakinan Untuk Melayani
Inti dari kepelayanan adalah kemapanan. Seseorang yang menganggap dirinya terlalu penting untuk melayani pada dasarnya tidak mapan. Bagaimana kita perlakukan orang lain sesungguhnya mencerminkan bagaimana pandangan kita menyangkut diri sendiri. Eric Hoffer, mengatakan begini: “Yang luar biasa adalah bahwa kita sungguh mengasihi sesama seperti diri kita sendiri; kita lakukan kepada orang lain seperti yang kita lakukan kepada diri sendiri. Kita benci orang lain jika kita benci diri sendiri. Kita toleran terhadap orang lain jika kita toleran terhadap diri sendiri. Kita ampuni orang lain jika kita ampuni diri sendiri. Akar dari segala kesulitan yang menimpa dunia kita bukanlah kasih terhadap diri sendiri melainkan benci terhadap diri sendiri”.
Hukum pemberdayaan mengatakan bahwa hanya pemimpin yang mapanlah yang dapat memberikan kekuatan terhadap orang lain. Juga benar bahwa hanya pemimpin yang mapanlah yang memperlihatkan kepelayanan.
Menginisiatifkan Pelayanan Bagi Orang Lain
Boleh dikata semua orang akan melayani jika terpaksa. Dan yang akan melayani dalam suatu krisis. Namun anda dapat sungguh melihat hati seseorang yang menginisiatifkan pelayanan bagi orang lain. Pemimpin-pemimpin besar melihat kebutuhan mengambil kesempatan itu dan melayani tanpa mengharapkan balasannya.
Tidak Terlalu Memetingkan Posisinya
Para pemimpin yang melayani tidak memfokuskan dirinya pada pangkat atau posisi. Ketika kolonel Norman Schwarzkopf melangkah ke lapangan ranjau itu, pangkat tidak dipikirkannya sama sekali. Ia adalah seorang yang berusaha menolong orang lain. Kalaupun ada, posisinya sebagai pemimpin justru memberinya rasa bertanggung jawab yang lebih besar untuk melayani.
Melayani Atas Dasar Kasih
Kepelayanan bukanlah bermotifkan manipulasi atau promosi diri. Melainkan didorong oleh kasih. Sejauh mana pengaruh anda adalah tergantung pada seberapa dalam anda mementingkan orang lain. Itulah sebabnya mengapa sungguh penting bagi pemimpin untuk rela melayani.
Akhirnya, memang benar bahwa mereka yang ingin menjadi besar harus menjadi yang terkecil dan melayani yang lainnya. Jika anda memimpin di tingkat tinggi, bersedialah melayani di tingkatan yang terendah.

Selamat memasuki tahun 2010 ... Tuhan memberkati ...

*** Dikembangkan Oleh Habelino Institute (HI)

No comments:

Post a Comment

Kalo ko tra puas, kas masuk ko komentar

MENU