Mudahnya Kitong terpengaruh

Za ini bingung sebenarnya tujuan kitong datang kuliah jauh-jauh di sini apa? kok diantara kitong masih ada yang mudah untuk terprovokasi dan terpengaruh oleh kepentingan dari oknum-oknum tertentu? Kitong mahasiswa asal daerah Papua, jauh dari timur Negara Republik Indonesia berlayar menyebrangi Lautan, bukannya untuk menambah dan mencari wawasan ilmu pengetahuan yang luas tapi kitong masih berpegang pada cara-cara yang lama, cara yang tong pake di daerah; seperti mabuk-mabukan, perkelahian antar warga, penyerangan kelompok ke suatu kelompok tertentu atau tindakan penganiayan terhadap seseorang (walau tidak setiap saat hal itu terjadi tapi yang pasti sudah beberapa kali ). Kitong kadang masih sulit dalam mengambil suatu sikap yang jelas.


Za lihat seperti contoh beberapa kali za ikut aksi, kitong menuntut hak kitong yang dong rampas, kitong bilang dong begini dan begini tapi kitong tidak lihat didalam diri kitong sendiri, kitong masih bedakan antara sorong dan jayapura antara kaimana dan manokwari atau wamena dan fakfak, padahal kalo mau bilang itu hanyalah nama tempat asal, yang jelas kitong semua papua, semua papua yang punya satu komitmen, satu garis perjuangan, kitong berangkat dari ketertinggalan kitong, kekurangan sumber daya manusia, walau kitong punya sumber daya alam yang banyak. tapi kenapa bukan yang kitong isi wawasan tentang bagaimana pengelolaan alam, sumber daya manusia, mengapa kitong tetap dalam ketertinggalan malah kitong ikuti trend dan gaya hidup dan juga pola pikir yang dipaksakan dari orang lain.


Sudah saatnya kitong sebagai generasi muda, penerus masa depan dari sebuah rumpun yang masih tertindas dalam garis penjajahan oleh segala hal ini untuk bergerak, berjuang dalam persatuan tanpa membeda-bedakan kesukuan tiap daerah atau wilayah. Bangkit dari segala keterpurukan.


Kitong yang bisa datang dan mengambil kuliah diluar papua, bisa mempelajari banyak hal. Entah hal yang baik, yang jahat dan lainnya, semua itu tergantung dari kitong pu pengembangan diri saja. Bersyukur bahwa kitong bisa mewakili sodara-sodara yang lain yang tidak sempat datang dan mengambil kuliah diluar papua, kitong ini merupakan utusan dari alam, walau kitong tanggungan dari tiap keluarga masing-masing namun kitong semua sama dari satu kawasan, satu daerah yang tercinta, satu tanah air, Republik Papua Barat.


Harapan saya, persatuan kitong yang harus kitong kaseh mantap dulu, buang jauh-jauh rasa iri, dengki, benci dan kesombongan. Kitong semua harus berbagi dalam berbagai bidang yang ada. Kalo saatnya kita bicara maka semua akan tunduk dan mendengar karena kita ada dalam suatu tali persaudaraan dan persatuan yang kuat.

No comments:

Post a Comment

Kalo ko tra puas, kas masuk ko komentar

MENU